Selasa, 20 Januari 2015

ROH KUDUS




Siapakah Roh Kudus Itu?
Roh Kudus adalah salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di kalangan orang-orang Kristen saat ini. Banyak orang kebingungan dan simpang-siur tentang ajaran Roh Kudus ini. Banyak pemberita Injil enggan mengajarkan topik ini di jemaat oleh karena kurangnya pengetahuan tentang Roh Kudus. Sebagian lagi takut mengajarkannya karena takut di- kritik. Sebagian orang mengajarkan bahwa Roh Kudus itu adalah semata-mata semacam zat yang dapat memenuhi orang. Ada pula orang yang mengatakan bahwa Roh Kudus itu adalah kekuatan misterius yang bekerja dalam hati manusia yang membawa kepada pertobatan dan keselamatan. Sebagian lagi percaya bahwa Roh Kudus itu semata-mata hanya pengaruh atau tenaga aktif Ilahi.
Siapakah Roh Kudus itu? Perhatikan, pertanyaan kita bukan “Apakah Roh Kudus itu?” melainkan “Siapakah Roh Kudus itu?” Ini yang menjadi pertanyaan karena Roh Kudus itu adalah pribadi, individual dengan kepribadian. Dia lebih dari sekedar suatu kekuatan atau kuasa; Dia adalah pribadi surgawi yang hidup.[1]
Ada banyak hal yang tidak dapat kita ketahui tentang Roh Kudus (Ulangan 29:29), tetapi banyak pula yang dapat kita pelajari. Oleh karena Alkitab diilhami oleh Roh Kudus (2 Petrus 1:21; Efesus 6:17). Roh Kudus adalah pengarang Alkitab yang sesungguhnya (Kisah Rasul 28:25; Ibrani 3:7; 10:15), maka kita harus mempelajari Roh sedapat mungkin. Ada 90 referensi tentang Roh Kudus di dalam Perjanjian Lama dan kira-kira 263 di dalam Perjanjian Baru.[2]
A. Dia Adalah Pribadi
(1) Banyak sebutan untuk Roh Kudus di dalam Perjanjian Lama dan di dalam Perjanjian Baru sendiri ada 40 sebutan. Beberapa sebutan tersebut hanya dapat diaplikasikan kepada seseorang atau pribadi. Contohnya Dia disebut penolong (Yohanes 14:16, 26; 15:26; 16:7). Di dalam 1 Yohanes 2:1 disebut pengantara. Disebut begitu karena Dia memberikan pertolongan dan penghiburan kepada umat Allah (Kisah Rasul 9:31). Ketika Perjanjian Baru berbicara tentang Roh Kudus sebagai Roh Allah atau Roh Kristus (Roma 8:9; Lukas 4:18; Kisah Rasul 16:6, 7) ini berarti lebih dari sekedar pikiran atau watak atau sifat dari Allah atau Kristus. Sebab walaupun kata “Roh” adalah berbentuk “neuter” dalam tata bahasa, namun kata ganti maskulin kadang-kadang dipakai untuk Dia di dalam Perjanjian Baru bahasa Yunani (Yohanes 14:26; 16:13, 14).
(2) Kepribadian Roh Kudus dapat dilihat dari sifat-sifatNya. Sifat-sifat Roh Kudus menunjukkan bahwa Dia adalah pribadi yang hidup, seorang individual dan bukan hanya sebuah tenaga.
  1. Membuat keputusan (Kisah Rasul 15:28);
  2. Pikiran (Roma 8:27);
  3. Kehendak (1 Korintus 12:11);
  4. Pengetahuan (1 Korintus 2:11);
  5. Perasaan (kasih, duka-cita, suka-cita) (Roma 15:30; Efesus 4:30; 1 Tesalonika 1:6).
(3) Roh Kudus bertindak sebagai seorang pribadi dan bukan hanya sebuah tenaga semata. Dia dapat melakukan hal-hal berikut ini:
  1. Mengajar dan mengingatkan (Yohanes 14:26);
  2. Bersaksi (Yohanes 15:26);
  3. Memimpin kepada kebenaran (Yohanes 16:13);
  4. Berbicara (1 Timotius 4:1);
  5. Melarang (Kisah Rasul 16:6);
  6. Menyelidiki (1 Korintus 2:10);
  7. Bersekutu (2 Korintus 13:14);
  8. Memohonkan (Roma 8:26, 27);
  9. Memimpin (Lukas 4:1; Roma 8:14).
Seorang pribadi dapat terlibat dalam masing-masing tindakan di atas, sementara suatu tenaga semata tidak dapat, maka Roh Kudus harus dilihat sebagai seorang pribadi. Roh Kudus juga dapat dihujat (Matius 12:31, 32). Ananias berbohong kepadaNya (Kisah Rasul 5:3), ditolak (Kisah Rasul 7:51), berduka (Efesus 4:30), dan dihina (Ibrani 10:29), dipadamkan (1 Tesalonika 5:19). Pernyataan-pernyataan bahwa manusia dapat melakukan hal-hal ini kepada Roh Kudus menunjukkan bahwa Dia adalah pribadi.[3]
B. Dia Adalah Ilahi
Kualitas yang hanya dimiliki oleh Ilahi juga dimiliki oleh Roh Kudus. Berikut ini 5 sifat Bapa dan Anak yang juga dimiliki oleh Roh Kudus.
(1) Kekekalan. “Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup” (Ibrani 9:14).[4]
(2) Omnipresent (ada dimana-mana). Daud dan Yeremia menyatakan, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku” (Mazmur 139:7-10). “Sekiranya ada seseorang menyembunyikan diri dalam tempat persembunyian, masakan Aku tidak melihat dia? demikianlah firman TUHAN. Tidakkah Aku memenuhi langit dan bumi? demikianlah firman TUHAN” (Yeremia 23:24).
(3) Omnipotent (maha kuasa). Paulus melakukan tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh kuasa Roh Allah (Roma 15:19). Mikha mengatakan, “Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan dengan Roh Tuhan, dengan keadilan dan keperkasaan untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya” (Mikha 3:8). Kelahiran Kristus dari seorang anak dara adalah oleh kuasa Roh Kudus (Lukas 1:35).
(4) Omniscient (maha tahu). “Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat? Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?” (Yesaya 40:13, 14). Paulus mengatakan bahwa Roh mengetahui segala sesuatu, “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah” (1 Korintus 2:10). “Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab” (Ibrani 4:13).
(5) Melakukan pekerjaan Ilahi. Roh Kudus sering disebutkan sebagai Allah (Kisah Rasul 5:3, 4; 1 Korintus 3:16; 6:19; 12:4-6) dan melakukan pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh Allah.
  1. Penciptaan. Roh Kudus turut ambil bagian dalam penciptaan dunia ini. Ini dapat dilihat dari ayat-ayat seperti Kejadian 1:2; Ayub 26:13; 33:4.
  2. Kelahiran baru. Roh Kudus juga mempunyai peranan dalam kelahiran baru manusia (Yohanes 3:5).
  3. Tanda ajaib. Roh memberikan kuasa untuk melakukan tanda ajaib (1 Korintus 12:9, 11)
  4. Ilham. Roh Kudus mengilhami (mewahyui) penulis-penulis Perjanjian Lama dan Baru, menuntun mereka agar semua tulisan mereka tidak dapat salah (2 Petrus 1:21; 2 Timotius 3:16, 17).
  5. Menguduskan. Roh Allah menguduskan orang-orang yang patuh kepada Allah (2 Tesalonika 2:13).
C. Dia Adalah Anggota Ke-Allah-an
Roh Kudus disebutkan bersama-sama dengan Allah (Matius 3:13-17; Markus 1:9-11; Matius 28:18-20; 2 Korintus 13:14; Efesus 4:4-6). Roh Kudus juga disebut Allah dalam Kisah Rasul 5:3, 4. Roh Kudus juga menyandang nama Ilahi seperti dapat dilihat dalam ayat-ayat berikut ini: Kejadian 1:2; Matius 3:16; Lukas 4:18; 1 Korintus 6:11; Hakim-hakim 3:10; Yesaya 61:1, dan lain-lain.
Kesimpulan
Roh Kudus digambarkan dengan istilah-istilah yang hanya dapat ditujukan kepada Ilahi. Dari istilah-istilah tadi, kita dapat menyimpulkan bahwa Roh Kudus adalah Ilahi bersama-sama dengan Bapa dan Putra. Dia adalah pribadi yang penting di dalam Alkitab.
Catatan akhir
  1. ^ Owen D. Olbricht, The Holy Spirit (Truth For Today Benton, Searcy, AR 72143), p. 3.
  2. ^ Gary Workman, Personality of the Holy Spirit (The Restorer, January 1995)
  3. ^ Owen, op. cit.
  4. ^ J.J. Turner and Edward P. Myers, Doctrine of the Godhead, A Study of the Father, Son and Holy Spirit (Quality publication, P.O. BOX 1060, Abilene, Texas), p. 106, 107.

Rabu, 17 September 2014

pengantar akuntansi



·  PENGANTAR AKUNTANSI
I. AKUNTANSI DAN SISTEM INFORMASI Akuntansi adalah sebuah sistem informasi yangmenghasilkan informasi keuangan kepadapihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatuperusahaan.
·  Akuntansi dan PembukuanPembukuan adalah aktivitas pencatatan datausaha suatu perusahaan dengan suatu caratertentu. Akuntansi lebih mengutamakanaktivitasnya pada desain sistem pencatatan,mempersiapkan laporan keuangan berdasarkandata yang ada, dan menginterprestasikan laporantersebutAkuntan seringkali memeriksa pekerjaan parapemegang pembukuan dan memiliki tanggungjawab dan otoritas yang lebih besar di bandingpemegang pembukuan.
·  Kegunaan Informasi bagi PemakainyaSecara umum, dilihat dari siapa pemakai laporankeuangan perusahaan, akuntansi dibagi menjadidua macam, yaitu : Informasi Keuangan Ekternal Perusahaan Internal Perusahaan Pemerintah Manajer Produksi Pemegang Saham Manajer Keuangan Calon Investor Manajer Pemasaran Supplier Karyawan Kreditor Direktur
·  Kreditor, orang atau perusahaan yangmemberikan pinjaman dana kepada perusahaanuntuk berbagai keperluan usaha.Informasi yang diperlukan mencakup :a.Besarnya kekayaan perusahaanb.Kemampuan menghasilkan laba usahac.Perbandingan hutang dengan total kekayaanperusahaan
·  Pemerintah, lembaga yang memiliki kewenanganuntuk membuat peraturan usaha dan hal-hal yangterkait dengannya.Informasi yang diperlukan mencakup :a.Laba usaha yang diperolehb.Beban yang dikeluarkan untuk memperolehpendapatan
·  Calon Investor, orang atau lembaga yang akanmenanamkan uangnya di dalam suatu perusahaandimasa yang akan datang.Informasi yang diperlukan mencakup :a.Laba usaha yang diperoleh dalam beberapatahun terakhirb.Pertumbuhan kekayaan perusahaan
·  Pemasok (Supplier), orang atau perusahaan yangmenjual berbagai barang kepada perusahaan.Informasi yang diperlukan mencakup :a.Besarnya kekayaan perusahaanb.Kemampuan menghasilkan laba usahac.Perbandingan hutang dengan total kekayaanperusahaan
·  Pemilik / pemegang saham, orang atau lembagayang menanamkan kekayaannya didalamperusahaan.Informasi yang diperlukan mencakup :a.Laba usaha yang diperolehb.Perubahan kekayaan perusahaan dalambeberapa tahun
·  Manajer Produksi, orang yang bertanggung jawabterhadap keseluruhan proses menghasilkanproduk didalam suatu perusahaan.Manajer produksi memerlukan informasiberkaitan dengan keseluruhan biaya maupunrincian biaya yang diperlukan untukmenghasilkan produk perusahaan.
·  Manajer Pemasaran, orang yang bertanggungjawab terhadap keseluruhan prosespemasaran produk perusahaan, mulai daripromosi, distribusi sampai dengan pelayananpurna-jual.Manajer Pemasaran memerlukan data biayaproduksi dari setiap produknnya gunamenentukan harga jual produk tersebut, danperincian dari biaya pemasaran untuk mencarialternatif biaya pemasaran yang paling efisienbagi perusahaan tanpa mengabaikan efektifitaspemasarannya.
·  Profesi AkuntansiPerusahaan dapat dikelompokkan kedalambeberapa jenis, antara lain : PerusahaanPerseorangan, Firma, dan Perseroan TerbatasBiasanya perusahaan2 tersebut dikedalikanoleh manajer profesional yang secara bekalamelaporkan kegiatan perusahaan dan hasilnyakepada para pemegang saham (pemilik)Laporan keuangan tersebut biasanya dibuatdan disiapkan oleh akuntan perusahaan.
·  Secara umum profesi akuntan dapatdikelompokkan ke dalam beberapa kelompokprofesi, yaitu :1. Akuntan Perusahaan, akuntan yang bekerja secara internal didalam suatu perusahaan dan bertugas mempersiapkan informasi keuangan untuk perusahaan dimana mereka bekerja.2. Akuntan Publik, akuntan yang memiliki posisi independen, dan bekerja untuk berbagai pihak yang membutuhkan jasa mereka dalam memeriksa dan menilai kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan.
·  3. Akuntan Pemerintah, akuntan yang bekerja untuk kepentingan pemerintah, dan berfungsi mengamankan berbagai kepentingan pemerintah.4. Akuntan Pendidik, akuntan yang mengabdikan dirinya di dalam suatu institusi tertentu yang bertugas mempersiapkan, membimbing, dan melatih naradidik untuk menjadi akuntan profesional.
·  Spesialisasi Bidang AkuntansiPengelompokan profesi akuntansi kedalam beberapakelompok profesi didasarkan pada lembaga dimanamereka bekerja. Pengelompokan tersebut merupakanpemilahan umum secara kelembagaan. Pada masing-masing lembaga tersebut masih dapat dipilah lagikedalam beberapa jenis bidang akuntansi yang lebihkhusus, yaitu : Akuntansi Keuangan Akuntansi Manajemen Akuntansi Biaya Auditing Akuntansi Pajak Sistem Akuntansi Akuntansi Anggaran Akuntansi Internasional Akuntansi Sektor Publik
·  Etika Profesi AkuntanKode etik akuntan Indonesia adalah pedoman bagipara anggora Ikatan Akuntan Indonesia untukbertugas secara bertanggungjawab dan obyektif.Karena akuntan yang pemakaian gelarnyadilindungi oleh Undang-undang No. 34/1945adalah profesi yang berdiri di atas landasankepercayaan masyarakat. Dengan demikian,dalam melaksanakan tugasnya akuntan harusmengutamakan kepentingan masyarakat,pemerintah dan dunia usaha.
·  Beberapa hal penting yang tercantum di dalamkode etik profesi akuntan tersebut, antaralainSetiap akuntan harus selalu mempertahankan1. : nama baik profesi dan menjunjung tinggi aturan, etika profesi, secara hukum negara dimana ia melaksanakan pekerjaannya.2. Setiap akuntan harus mempertahankan integritas dan obyektifitas dalam melaksanakan tugasnya. - bertindak jujur, tegas dan tanpa pretensi. - bertindak adil tanpa dipengaruhi oleh tekanan atau permintaan pihak tertentu, ataupun oleh kepentingan pribadinya.
·  3. Setiap akuntan harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar teknis dan profesional yang relevan.4. Setiap akuntan harus meningkatkan kecakapan profesionalnya, agar mampu memberikan manfaat optimum dalam melaksanakan tugas.5. Setiap akuntan harus menjaga kerahasian informasi yang diperoleh dalam tugasnya6. Setiap akuntan harus bisa mempertanggungjawabkan mutu pekerjaan atau pelaksanaan tugasnya.
·  II. STRUKTUR DASAR AKUNTANSIAkuntansi adalah aktivitas mengumpulkan,menganalisis, menyajikan dalam bentuk angka,mengklarifikasikan, mencatat, meringkas danmelaporkan aktivitas/transaksi perusahaan dalambentuk informasi keuangan.Siklus AkuntansiUrutan kerja yang harus dibuat oleh akuntan, sejak awalhingga menghasilkan laporan keuangan suatu perusahaan Dokumen Buku Buku Laporan Posting Dasar Jurnal Besar Keuangan
·  Dokumen Dasar, adalah bukti transaksi yang dijadikandasar oleh akuntan untuk mencatat, seperti : faktur,kwitansi, nota penjualan, invoice, dllJurnal, adalah aktivitas meringkas dan mencatattransaksi perusahaan berdasarkan dokumen dasar.Tempat untuk mencatat dan meringkas transaksitersebut disebut dengan Buku Jurnal.Posting, adalah aktivitas memindahkan catatan daribuku jurnal ke dalam buku besar sesuai dengan jenistransaksi dan nama perkiraan masing-masing.Buku Besar (General Ledger), adalah kumpulan darisemua akun/perkiraan yang dimiliki perusahaan yangsaling berhubungan satu dengan lainnya danmerupakan satu kesatuan.
·  Akun/Perkiraan, adalah suatu kelas informasi di dalamsuatu sistem akuntansi. Atau, suatu media yang digunakanuntuk mencatat informasi sumber daya perusahaan daninformasi lainnya berdasarkan jenisnya. Misalnya, perkiraankas, perkiraan piutang, akun modal, dsb.Pada akhir periode akuntansi, setiap akun didalam bukubesar tersebut dihitung saldonya untuk kemudiandijadikan dasar menyusun neraca saldo. Neraca Saldoadalah kumpulan dari semua akun yang dimiliki olehsuatu perusahaan beserta saldo akhirnya.Prinsip dasar akuntansi salah satunya adalah matchingprinciple (prinsip penandingan), yaitu mempertemukansetiap pendapatan dengan beban yang timbul untukmemperoleh pendapatan tersebut.
·  Didalam upaya mempertemukan antarapendapatan dan beban ini, akuntansi dibagimenjadi dua kelompok besar, yaitu :1. Cash Basis Accounting (Akuntansi Berbasis Kas), suatu metode penandingan antara pendapatan dengan beban, dimana pendapatan dilaporkan pada saat uang telah diterima dan beban dilaporkan pada saat uang telah dibayarkan.2. Accural Basis Accounting (Akuntansi berbasis akrual), metode penandingan antara pendapatan dengan beban, dimana pendapatan dilaporkan pada saat terjadinya transaksi dan beban dilaporkan pada saat beban tersebut diperlukan untuk menghasilkan pendapatan usaha.
·  Laporan Keuangan dan Unsur-unsurnyaSesuai dengan standar Akuntansi Keuangan tahun2007 yang berlaku di Indonesia laporan keuanganterdiri dari :1. Laporan Laba Rugi (Income Statement) suatu laporan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dalam suatu periode akuntansi / 1 tahun. Pendapatan XXXXXX Beban Usaha ( XXXXXX ) Laba Usaha XX
·  2. Laporan Perubahan Modal (Statement of Owner’s Equity) suatu laporan yang menunjukkan perubahan modal pemilik atau laba yang tidak dibagikan dalam suatu periode akuntansi akibat transaksi usaha selama periode tersebut. Modal, awal periode XXXXXX Laba Usaha XXXX Prive ( XXX ) Modal, akhir periode XXXXX
·  3. Neraca (Balance Sheet) suatu daftar yang menunjukkan posisi sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta informasi dari mana sumber daya tersebut diperoleh.Daftar kekayaan yang dimilikiperusahaan pada saat tertentu, seperti Sumber dari mana harta kekayaankas, piutang, persediaan, peralatan, tersebut diperoleh, sepertikendaraan, bangunan, tanah.. hutang, dan modal.. AKTIVA PASIVA Hutang Modal
·  Bentuk NeracaBentuk TBentuk Laporan, disusun dengan urutan dari ataske bawah (vertikal) seperti telihat sebagaiberikut : NERACA AKTIVA -Kas XXX -Piutang XXX - Aktiva Tetap XXX Total Aktiva XXXXX PASIVA HUTANG XXX MODAL XXX Total Pasiva XXXXX
·  4. Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flows) suatu laporan yang menunjukkan aliran uang yang diterima dan digunakan perusahaan di dalam suatu periode akuntansi, beserta sumber-sumbernya.Tiga kelompok aktivitas utama berkaitan denganpenyusunan laporan arus kas.a. Aktivitas Operasi upaya perusahaan untuk menghasilkan produk, target menjual, laba. (pembelian barang..)b. Aktivitas Investasi terkait dengan pembelian dan penjualan harta perusahaan yang dapat menjadi sumber pendapatan perusahaan. (gedung, tanah..)c. Aktivitas Pembiayaan upaya mendukung operasi perusahaan dengan menyediakan kebutuhan dana dari berbagai sumber. (menerbitkan surat hutang, obligasi, saham baru, deviden)
·  Tujuan Umum Laporan Keuangan1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.2. Informasi mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi suatu perusahaan yang ditimbul dalam aktivitas usaha dalam rangka memperoleh laba.3. Memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan dalam mengestimasi potensi perusahaan guna menghasilkan laba dimasa datang.4. Memberikan informasi mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban, seperti informasi mengenai aktivitas pembelanjaan dan investasi